• Search
  • Menu
Read Detail

Produksi Jagung Digenjot di Luar Daerah Konvensional

16:16 WIB | Tuesday, 31-January-2017

Kementerian Pertanian akan menggenjot produksi jagung di luar daerah konvensional atau biasa ditanami. Misalnya, untuk di areal perkebunan targetnya bisa mencapai 1 juta hektar (ha).

 

“Inginnya kita untuk daerah yang sudah biasa tanam jagung tidak perlu disentuh lagi. Di luar daerah itu yang perlu kita garap sehingga bisa menghindari penyalahgunaan bantuan,” kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto saat pelantikan eselon 1 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (30/1)  

 

Gatot mengaku sudah mendapatkan data per kecamatan daerah sentra jagung. Nantinya, penambahan luas tanam dilakukan di luar daerah pertanaman biasa (non konvensional). “Saat kita menggenjot produksi di luar daerah konvensional, maka hasilnya menjadi bonus produksi dari sentra secara keseluruhan,” katanya. 

 

Untuk Tahun 2017, pemerintah sudah membagi target luas tambah tanam jagung. Yakni, 3 juta hektar (ha) di lahan tanaman pangan dan 1 juta ha di areal perkebunan.

 

Data Ditjen Tanaman Pangan yang didapat Sinar Tani, target tanam jagung di lahan perkebunan 1 Juta ha, lahan Perhutani/Inhutani 300 ribu ha, lahan hutan rakyat 100 ribu ha, lahan kering/ lahan APL 1 juta ha, lahan tadah hujan 200 ribu ha dan peningkatan Indeks Pertanaman 400 ribu ha.

 

Total target luas tanam selama 2017 seluas  6.046.073. Luas lahan tersebut terbagi selama periode Oktober-Maret seluas 3.549.110 ha dan April-September 2.496.963 ha. Sedangkan luas panen 5.743.769. Dengan produktivitas 53,18 ku/ha, produksi jagung tahun ini akan mencapai 30,54 juta ton.

 

Untuk mengamankan produksi, Gatot berencana akan melakukan sistem sergab seperti padi. Namun diakui, untuk hal itu perlu dukungan dari pemerintah daerah dan TNI. “Agar petani mendapatkan kepastian harga, kita sudah dikunci dan diatur pemerintah dengan harga beli jagung terendah di tingkat petani sekitar Rp 3.150/kg  dengan kadar air sebesar 15%,” tuturnya. Gsh