• Search
  • Menu
Read Detail

Kebersihan Hati

09:08 WIB | Monday, 23-January-2017

Suatu hari Rasulullah berkata kepada kepada sahabatnya.”Kalau kalian ingin tahu calon penghuni surga,lihatlah nanti seorang hamba Allah yang duduk di pojok  masjid”. Para sahabat dengan rasa penasaran ingin melihat sosok yang digambarkan Rasulullah.

 

Setelah tiga hari diamati,ternyata orang tersebut hanya orang tua biasa tanpa memperlihatkan kelebihan khusus.Karena penasaran ,seorang sahabat sengaja bermalam di rumah pak tua itu untuk melihat langsung amalannnya yang membuatnya menjadi calon penghuni surga.Setelah diamati,tidak ditemukan sebuah amalan pun yang melibihi amalan sahabat Rasulullah yang lainnya.

 

Akhirnya sahabat itu memberanikan diri bertanya,:” Amalan apa yang menyebabkan engkau dikatakan Rasulullah calon penghuni surga ?”.Pak tua itu menjawab,”Tidak ada wahai sahabatku,tapi mungkin ada dua hal yang selalu saya lakukan sebelum saya tidur,pertama sebelum berbaring tidur saya membuang rasa dendam kepada manusia yang menyakiti saya di siang hari;kedua saya akan memaafkan kesalahan orang lain  kepada saya  sebelum dia sempat meminta maaf ”.

 

Dari riwayat tersebut,dapat disimpulkan bahwa keimanan yang dijabarkan dalam amal sholeh, perlu disertai dengan kebersihan hati dari  kedengkian  dan  akar akar penyakit jiwa  lainnya,   akan menjadi calon penghuni surga.

 

Ada  do’a  dalam Al Qur’an yang dipanjatkan kaum Muhajirin dan Ansar yang telah berjuang membela agama Allah Swt , supaya  kita  jangan terjerumus dari kedengkian,  iri hati  dan dendam terhadap orang lain.

 

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (Al – Hasyr /59: 10)

 

Dalam kehidupan dunia ini ,ada  orang yang Allah  uji dengan kekayaan atau kekuasan,dan ada pula yang diuji dengan kemiskinan.Dengan ujian itu,akan terlihat apakah seseorang tersebut,mampu mensyukuri nikmatNya  atau  tidak. Apakah ada kedengkian pada hati orang tersebut  ketika melihat orang lain berhasil ?. Seseorang harus berjuang karena hahekat hidup adalah perjuangan  menghadapi hawa nafsu, pergulatan antara kebenaran dan kebatilan,pertarungan antara kebaikan dan keburukan. ( Wa Allah  ‘ Alam - Suwandi,  Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066