• Search
  • Menu
Read Detail

Petani Padi Gembira dapat Dana Klaim Asuransi Rp 1,2 Miliar

09:24 WIB | Saturday, 14-January-2017
Bupati Bojonegoro H Suyoto MSI menyerahkan pembayaran klaim asuransi pertanian padi dari PT Jasindo sebesar Rp 1,25 miliar untuk petani Bojonegoro

Ishak, Ketua Kelompok Tani Mekar Tani dan puluhan petani lainnya di Bojonegoro Jawa Timur bergembira karena mendapatkan pembayaran klaim asuransi pertanian sebesar Rp 1,2 Miliar.

 

 

 

Ishak mengatakan baru kali ini sawah padinya yang terletak di Desa Wedhi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terkena banjir. “Biasanya saya selesai panen, baru banjir. Sekarang, banjir datang sebelum kami panen, padahal kami tanam tidak terlambat,” tambah Iskak kepada Sinar Tani usai menerima pembayaran klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di pendopo Kabupaten Bojonegoro yang diserahkan oleh Bupati Bojonegoro H Suyoto MSi.

 

Uang pembanyaran klaim AUTP Tahap I dari PT Jasindo yang disertahkan Bupati Bojonegoro adalah Rp 370,260 juta untuk petani Kecamatan Bojonegoro, Rp 849 juta untuk petani Kecamatan Baureno, dan Rp 29,7 juta untuk petani Kecamatan Kapas. Totalnya sekitar Rp 1,25 Miliar.

 

Kepala Cabang PT Jasindo Surabaya Setiadi Imansyah menjelaskan premi yang diterima dari petani padi di Bojonegoro hanya Rp 97 juta. “Asuransi ini seperti arisan, disini kami rugi, tapi di tempat lain kita dapat untung,” tambahnya. Dia berharap dengan adanya pembayaran klaim atas AUTP, maka petani padi tertarik untuk ikut AUTP.

 

Bukti Ikut Asuransi dapat Duit

 

Bupati Bojonegoro H Suyoto MSi mengatakan selama ini memang petani masih bertanya-tanya apakah kalau  ikut asuransi itu dapat duit nggak? “Maka pembayaran klaim asuransi ini menjadi bukti bahwa mereka dapat uang dari asuransi bila usahataninya gagal,” jelasnya .

 

 Ishak mengatakan proses klaim asuransi mudah dan cepat. Dalam kesepatakan pembayaran klaim oleh PT Jasindo paling lambat 3 bulan. “Saya klaim asuransi akhir Desember, Januari sudah dapat pembayaran,” tambahnya.

 

 Anggota Kelompok Tani Mekar Tani  ada 152 petani dengan luas lahan 122 ha, yang ikut asuransi 10 petani seluas 12 ha, yang dapat klaim asuransi 5 ha untuk 7 petani. “Yang lain masih dalam penilaian PT Jasindo,” jelasnya.

 

Menurut Ishak, biaya asuransi yang dibayarnya Rp 36 ribu per ha per musim  tidak mahal, juga tidak susah membayarnya. “Yang susah itu ajak petani ikut program ini,” katanya. Kita daftar asuransi ditinjau oleh petugas Pengamat Hama Penyakit (POPT) bersama Jasindo. Untuk klaimnya, isi form 7 dan 8 dibantu oleh PPL dan POPT.  

 

 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan program AUTP sangat positip. “Saya sudah bekerja di pertanian sejak tahun 80an, saya merasakan perlindungan riil petani itu setelah ada AUTP,” jelasnya.

 

 Apalagi lanjutnya pada beberapa tahun terakhir ini iklim berubah, cuaca berubah ubah, serangan OPT, hujan dan banjir sering datang dan terjadi secara mendadak. Pola tanam padi – padi - padi juga menjadi faktor merebaknya OPT. Akibatnya, hama tidak mati dan lembab, perkembangan opt lebih cepat, tanah masam, meski semua bisa diatasi dengan teknologi, namun proteksi buat petani juga diperlukan.

 

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian Kementerian Pertanian M Husni MM menjelaskan secara nasional program AUTP tahun 2016 mencakup 500 ribu ha. “Pada tahun 2017, target program AUTP pada tahun 2017 seluas 1 juta ha,” jelasnya. Som

 

Editor : Ahmad Soim