• Search
  • Menu
Read Detail

Cegah AI, Pengawasan Keluar Masuk Unggas Diperketat

10:57 WIB | Thursday, 12-January-2017

Mengantisipasi informasi resmi dari Otoritas Kesehatan Pemerintah Republik Rakyat Cina mengenai wabah flu burung (AI, Avian Influenza, H5N7) yang tengah melanda Cina, Badan Karantina Pertanian perketat pengawasan di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran di seluruh wilayah Indonesia.

 

Pemerintah Indonesia sendiri sejak tahun 2013 telah melarang pemasukan unggas dari negara Cina. Pelarangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 44/Permentan/OT.140/4/2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau produk segar unggas dari Negara Republik Rakyat Cina ke dalam Negara Republik Indonesia.

 

Sehingga dapat dipastikan tidak adanya unggas dan/atau produk unggas dapat masuk ke wilayah Indonesia. “Ya kita tahu bahwa Indonesia pun belum bebas dari flu burung, makanya kita memberhentikan dahulu pemasukan unggas atau produk segar unggas dari negara yang sedang terjangkit wabah flu burung,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Banun Harpini.

 

Masih dalam kaitan dengan upaya pencegahan terjangkitnya kembali flu burung di Indonesia, pada tanggal 28 Desember 2016 juga telah dilakukan pelarangan pemasukan anak ayam (DOC, Day Old Chick) dan produk unggas ke Indonesia dari 7 negara yakni Belanda, Jepang, India, Perancis, Finlandia, Rumania dan Swedia.

 

Pelarangan ini dilakukan berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) terkait wabah flu burung yang terjadi di 7 negara tersebut. “Ini untuk menjamin kesehatan masyarakat dan unggas di Indonesia. Kita sedang mencoba memberantas flu burung, makanya negara-negara yang terjangkit kita stop dulu produk unggasnya,” tambah Banun.

 

Cenderung Menurun

 

Kejadian kasus flu burung di Indonesia, dalam periode 10 tahun (2005-2014) cenderung menurun baik kasus pada hewan maupun manusia. Hal ini karena upaya penanggulangan yang melibatkan sejumlah instansi telah berjalan dengan baik.

 

“Kasus flu burung saat ini hanya pada lokus kecil peternakan rakyat, sedangkan perusahaan besar yang telah menerapkan sistem kompartemen tidak ditemukan kasus baru,” jelas Banun.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066