• Search
  • Menu
Read Detail

Tanah Subur dengan Pupuk Organik

11:24 WIB | Wednesday, 28-December-2016

Pupuk menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan usaha tani. Namun sampai kini masih banyak petani yang mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya pupuk kimia, sehingga biaya produksi menjadi tinggi.

 

Pola pikir petani yang menginginkan cara praktis dan tidak banyak membuang tenaga, makin memicu penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia, sebenarnya merugikan petani sendiri karena harganya cukup mahal.

 

Selain pemborosan, ternyata tidak semua pupuk kimia dapat terserap tanaman. Sisa pupuk kimia yang tertinggal dalam tanah, lambat laun akan “meracuni” tanah. Dampak selanjutnya, menurunkan kesuburan dan daya dukung tanah. Tekstur tanah menjadi keras, padat dan kering.

 

Padahal dalam usaha tani, khususnya hortikultura seperti cabai, bawang merah, kentang, kol, tomat memerluan tekstur yang gembur agar pertumbuhannya bisa optimal dan produktivitasnya maksimal. Pupuk kimia memang dapat menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman dalam waktu cepat, tapi pemberian dosis yang tidak tepat, justru membuat pertumbuhan tanaman terganggu.

 

Di era globalisasi pertanian yang menghendaki produk pertanian organik membuat petani harus berpikir mengurangi pupuk dan bahan kimia lainnya dalam aktifitas usaha tani. Banyak keuntungan budidaya pertanian secara organik ini, selain menekan biaya produksi, juga mempertahankan tingkat kesuburan dan daya dukung lahan. Produk yang dihasilkan juga aman dikonsumsi dan memilki daya simpan lebih lama dibandingkan produk non organik.

 

Belajar dari BPP Linge

 

Upaya memasyarakatkan pertanian organik ini sebenarnya sudah lama dilakukan. Salah satunya penyuluh pertanian di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Penyuluh yang berada dalam naungan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Linge, bukan sekedar menganjurkan petani menggunakan bahan organik, tapi juga mempraktekkan sendiri penggunaan bahan organik tersebut melalui demplot. Dengan cara seperti ini, menjadi lebih mudah meyakinkan petani.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066