• Search
  • Menu
Read Detail

Pemerintah Jamin Ketersedian Pangan Aman

10:52 WIB | Wednesday, 23-November-2016

Pemerintah menjamin ketersediaan pangan nasional mampu memenuhi kebutuhan hingga Mei 2017 mengingat capaian sektor pertanian selama 2016. Jaminan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo usai memberi pengarahan kepada 3.500 prajurit di Markas Komando Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Rabu (16/11) lalu.

 

Selama 2016, produksi pangan mengalami peningkatan. Padi naik 4,96%, jagung 18,11%, aneka cabai 9,66% dan bawang merah 3,75%. Begitu juga pada Januari-Agustus 2016, impor jagung turun 61% serta tidak impor beras premium dan bawang merah. Bahkan Indonesia telah melakukan ekspor beras organik naik 67%, ubi kayu 25%, cabai 12%, daging ayam dan telur jauh lebih tinggi dibandingkan 2015.

 

Presiden menegaskan, cadangan pangan nasional tersedia hingga Mei 2017. Selain karena adanya peningkatan produksi, kondisi ini pun didukung adanya hujan yang terjadi sepanjang tahun ini. “Kesiapan pangan kita sampai Mei 2017 aman dan kita diuntungkan sepanjang tahun ada hujan terus,” katanya.

 

Menurutnya, hujan sepanjang tahun ini berdampak positif bagi sektor pertanian dalam meningkatkan indeks pertanaman. Panen padi yang sebelumnya hanya sekali setahun bisa dua kali. “Bahkan di daerah yang biasanya dua kali panen, bisa tiga kali panen,” ujar Jokowi.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok pangan, khususnya beras saat ini mencapai dua juta ton. Stok ini dicapai saat tantangan musim cukup berat, yakni menghadapi El Nino dan La Nina yang serius. El-Nino 2015 merupakan terbesar sepanjang sejarah atau setidaknya dalam 71 tahun terakhir.

 

“Stok kami jamin mampu cukupi sampai Mei tahun depan. Maret nanti akan terjadi panen puncak padi. Jadi stok pangan benar-benar tidak ada masalah, beras kita cukup. Mudah-mudah ancaman anomali iklim 2017 sudah berlalu,” katanya.

 

Amran menambahkan, untuk mencegah terjadinya musim paceklik yang biasa terjadi pada Desember hingga Februari, Kementerian Pertanian telah menambah luas tanam pada Juli hingga September 2016. Pada bulan tersebut, luas tanam setiap tahunnya mengalami penambahan.

 

Pada Juli 2016, luas tanam padi mencapai 917.157 ha, padahal tahun sebelumnya hanya 644.091 ha. Kemudian pada Agustus 2016, luas tanam mencapai 952.633 ha. Penambahan ini melonjak tinggi dari luas tanam tahun sebelumnya yang hanya 566.782 ha. Demikian juga luas tanam pada September diyakini bertambah tahun ini. Pada September 2015, luas tanam sebesar 799-295 ha.

 

Untuk itu, Amran meminta masyarakat tenang dan tidak mengkhawatirkan persediaan pangan. Sekalipun terjadi paceklik atau gagal panen, Amran yakin persediaan pangan negara masih cukup untuk menutupi kebutuhan pangan masyarakat yang mencapai 2,6 juta ton beras per bulan. Yul/Humas BKP

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066