• Search
  • Menu
Read Detail

PROTANI - Satu Tekad Melawan Korupsi dan Membangun Integritas

13:20 WIB | Tuesday, 22-November-2016

Bendera melawan korupsi telah ditancapkan. Korupsi memang harus dilawan, karena telah menjadi ‘penyakit masyarakat’ dan terbukti menggerogoti ekonomi nasional. Gerakan melawan korupsi terus digulirkan, tak terkecuali di Kementerian Pertanian.

 

Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian telah menancapkan bendera sejak tujuh tahun lalu untuk melakukan perubahan secara fundamental. Khususnya, untuk membangun lingkungan kerja yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (good government) melalui Pembinaan Tekad Anti Korupsi.

 

Dalam perjalanannya, menurutnya, metode dan tema pembinaan dan Pembudayaan Tekad Anti Korupsi di Kementerian Pertanian selalu mengalami perubahan. Hal ini disesuaikan dengan perkembangan isu strategis dan perubahan arah kebijakan di internal Kementerian Pertanian maupun nasional untuk menuju lebih baik.

 

Tekad antikorupsi untuk Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (Zl-WBK/WBBM) di Kementerian Pertanian diawali tahun 2009. Saat itu dilakukan penguatan spiritualitas melalui Metode Tafakur Hizab dan Dzikir (THD).

 

Kegiatan berlanjut dengan penguatan komitmen seluruh pimpinan dan pegawai dengan metode Komitmen Anti Korupsi (KAK) Tahun 2010-2014. Selanjutnya, mulai 2015 bendera melawan korupsi berganti baju dengan sebutan Penerapan Revolusi Mental Antikorupsi (PERMAK).

 

“Tancap bendera anti korupsi kita telah mulai sejak tahun 2008. Ini harus disuarakan terus-menerus. Memang bukan persoalan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Komitmen yang telah kita canangkan harus tetap dijaga,” kata Irjen Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan saat Pembinaan Komitmen Anti Korupsi melalui Reproduksi Tunas Integritas (PROTANI) di Jakarta, Selasa (15/11).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066