• Search
  • Menu
Read Detail

Asuransi Melindungi Peternak Sapi

13:34 WIB | Wednesday, 09-November-2016

Takut akan kegagalan beternak sapi tentu membayangi kelompok/koperasi peternak. Karenanya, sejak tahun 2013, Bank Indonesia dan Kementerian Pertanian, bersama perusahaan asuransi meluncurkan skema asuransi ternak sapi.

 

Asuransi ini memberikan jaminan penggantian kepada pemilik jika ternak sapi mengalami resiko kematian karena penyakit, kecelakaan dan melahirkan sesuai diatur dalam polis. Asuransi ini juga memberikan perlindungan terhadap atas resiko kerugian baik bagi peternak maupun perbankan.

 

Skema asurasi ternak sapi ini telah mendapatkan ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan dengan menunjuk PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Untuk mengikuti Asuransi Ternak Sapi, peternak harus membayar premi Asuransi Ternak Sapi. Sumber pembiayaan premi yang sudah berjalan saat ini adalah swadana atau dari peternak. Besarnya premi adalah 2% dari harga pertanggunggan.

 

Harga pertanggungan adalah harga nominal perolehan sapi tanpa penambahan biaya lainnya yang disepakati oleh tertanggung dan penanggung. Jadi jika terjadi klaim nantinya harga tersebut dapat untuk membeli sapi kembali.

 

Melalui Asuransi Ternak Sapi, pemilik akan diganti bila ternak sapi yang diasuransikan nantinya mati karena penyakit, kecelakaan, dan melahirkan. Ada juga penggantian untuk resiko kehilangan ternak sapi tersebut. Polis asuransi ternak sapi berlaku secara tahunan, dimulai sejak tanggal akad polis. Jangka waktu pertanggungan dan tanggal mulainya diuraikan pada Ikhtisar Polis.

 

Sebagai contoh, untuk sapi potong, premi Asuransi Ternak Sapi adalah Rp 200 ribu/ekor dari harga pertanggungan induk Rp 10 juta/ekor. Untuk sapi perah, premi Asuransi Ternak Sapi adalah Rp 300 ribu/ekor/tahun dari harga pertanggungan induk Rp 15 juta/ekor.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066