• Search
  • Menu
Read Detail

Memberikan Nilai Tambah pada Tomat

14:50 WIB | Tuesday, 18-October-2016

Tomat menjadi salah satu bagian tanaman hortikultura yang strategis dan tergolong sayuran kedua terbesar setelah kentang. Banyak jenis tomat di Indonesia. Paling dikenal adalah tomat ceri, tomat apel, tomat kentang dan tomat keriting.

 

Buah tomat akan mengalami kerusakan jika tanpa perlakuan saat penyimpanan. Besarnya kerusakan buah tomat setelah panen berkisar antara 20-50 %. Buah tomat yang dipanen setelah timbul warna, sekitar 10-20% hanya akan bertahan maksimal 7 hari pada suhu kamar.

 

Penyimpanan buah tomat yang masih hijau masak dan buah tomat yang telah matang dengan warna merah akan memberikan hasil yang berbeda. Penyimpanan tomat yang masih hijau masak akan tahan 4-5 minggu dan kehilangan bobot setelah penyimpanan sebesar 5,2%.

 

Pada buah tomat yang telah matang dengan warna merah yang disimpan dengan suhu 540F dan kelembaban nisbi sekitar 90% akan tahan satu minggu dalam penyimpanan. Tomat tidak akan kehilangan bobot selama penyimpanan tersebut.

 

Buah tomat merupakan buah klimaterik yaitu pemanenannya tidak perlu menunggu saat matang penuh, karena dapat matang sempurna setelah panen. Buah tomat juga merupakan benda hidup yaitu mengalami metabolisme, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan komposisi kimiawinya serta mutu.

 

Perubahan tersebut disebabkan beberapa hal. Misalnya, respirasi yang berhubungan dengan pengambilan unsur oksigen dan pengeluaran karbon dioksida (respirasi), serta penguapan uap air dari dalam produk tersebut yang dikenal sebagai transpirasi.

 

Kemunduran kualitas dari suatu produk hortikultura yang telah dipanen biasanya diikuti dengan meningkatnya kepekaan produk tersebut terhadap infeksi mikroorganisme. Akibatnya, akan makin mempercepat kerusakan atau menjadi busuk. Mutu serta nilai jualnya pun menjadi rendah bahkan tidak bernilai sama sekali.

 

 

 

Pangan Olahan

 

Untuk memberikan nilai tambah, buah tomat dapat diolah menjadi berbagai aneka pangan olahan yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Dengan kemajuan teknologi pengolahan pangan, kini berkembang industri yang mengolah tomat. Misalnya, industri saus, pasta, sari buah dan manisan kering maupun menjadi produk dalam bentuk bubuk.

 

Pengolahan tomat ditujukan untuk meningkatkan keanekaragaman produk, nilai guna maupun nilai ekonomi serta memperpanjang umur simpan. Peningkatan umur simpan dapat dengan teknik pengolahan berupa pengawetan dengan gula, pengeringan, pemanasan maupun penambahan pengawet yang aman.

 

Beberapa jenis produk olahan tomat diantaranya selai, permen jelly, jelly drink, tomakur, saus, pasta, sari buah, manisan kering maupun produk dalam bentuk bubuk. Pasta tomat adalah salah satu produk olahan yang paling banyak dikembangkan pada industi kecil menengah.

 

Pasta tomat banyak diproduksi karena diperlukan industri saus atau bumbu masak lainnya sebagai bahan baku. Namun produk pasta tidak memiliki umur simpan yang lama. Bentuk bubuk merupakan produk yang lebih awet, ringan, volumenya lebih kecil sehingga dapat mempermudah dalam pengemasan dan pengangkutan.

 

Torakur

 

Pada umumnya, buah tomat hanya sebagai penyedap masakan. Kini dengan teknologi sederhana dan relatif mudah, tomat dapat diolah menjadi makanan ringan  seperti TORAKUR (TOmat RAsa KURma).

 

Bagaimana cara pembuatannya. Pertama, rendam tomat bersama kapur sirih selama 1-2 jam. Tekan tomat hingga biji keluar atau belah menjadi dua, lalu buang bijinya. Tomat dicuci hingga bersih.

 

Kedua, susun tomat yang telah direndam air kapur ke dalam panci/wajan/kuali. Lalu taburkan gula pasir (2 kg tomat : 1 kg gula). Tutup dan diamkan selama semalam hingga keluar air. Ketiga, masak tomat dengan api kecil hingga air habis dan kering (jangan sampai gosong dan tercium bau wangi), angkat, tiriskan dari air, dinginkan.

 

Keempat, ambil tomat, bentuk seperti kurma. Rapikan, taruh di atas loyang, lakukan hingga tomat habis. Kelima, jemur tomat di atas terik matahari selama 3-4 hari hingga kering seperti kurma atau di dalam oven hingga kering.  Selamat menikmati. Jhon David (BPTP Kalbar)/Yul