• Search
  • Menu
Read Detail

Pelatihan Jurnalistik Pertanian Sinar Tani Angkatan 1, Asyiknya Menjadi Wartawan

12:49 WIB | Wednesday, 24-August-2016

“Kalau ikut pelatihan teori jurnalistik saya sudah beberapa kali. Tapi baru kali ini, kami dilatih praktek jadi wartawan, mengikuti konferensi pers, bertanya dengan nara sumber, menggali sumber berita langsung di lapangan dan praktek menulis hingga larut malam,” kata Wahid Nugroho, Peneliti di Badan Litbang Pertanian.

 

Wahid adalah salah satu peserta Pelatihan Jurnalistik Pertanian Sinar Tani Angkatan 1 yang diselenggarakan di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Segunung, Cianjur (10-12/8), sebagai tempat penyampaian teori jurnalistik sekaligus praktek menggali sumber dan bahan menulis berita dan artikel.

 

Meskipun letih, namun menjadi wartawan tiga hari ini sungguh mengasyikkan. “Pelatihan Jurnalistik Pertanian ini memang meletihkan tapi menyenangkan”, kata Indriana Ratna Dewi peserta pelatihan ini dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.

 

Meletihkan karena, setiap detik harus dimanfaatkan. Pertama kita disampaikan teori jurnalistik. Pelatihan dimulai dengan teori  teknik menulis  berita, teknik menulis artikel ilmiah popular dan teknik menulis  Feature dan Reportase. Setelah mendapatkan  teori jurnalistik, langsung diajak untuk meliput di lapangan, mengadakan wawancara.

 

Malamnya sudah harus menghasilkan tulisan secara individu. Tetapi senang, karena  pelatihan ini “memaksa” setiap individu harus berbuat. Terus terang, saya terkesan dengan metoda ini, karena teori itu langsung diaplikasikan. “Hanya dalam waktu 3 jam, kita ternyata  mampu menghasilkan tulisan 3 bentuk tulisan, berita, artikel dan reportase”. Artinya secara tak sadar kita mengakui  kemampuan kita sendiri.

 

Sebanyak 22 peserta mengikuti Pelatihan Jurnalistik Pertanian Sinar Tani Angkatan 1 yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani kerjasama dengan Balithi. Profesi peserta ada yang bertugas sebagai  Pranata Humas, Peneliti, Penyuluh dari  Balai Penelitian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  dan Sekretariat Badan Litbang.

 

Dua Kepentingan  

 

Pemimpin Umum Tabloid Sinar Tani Ir. Achmad Saubari Prasodjo, sewaktu membuka pelatihan ini mengungkapkan latar belakang mengenai Pelatihan ini. “Ada banyak pertanyaan dari para peneliti/penyuluh kepada wartawan Sinar Tani bagaimana cara menulis berita, artikel, reportase yang  baik agar dapat menembus media massa?

 

Sementara itu para wartawan Sinar Tani ini sangat sering dimintai institusi untuk melatih bagaimana menulis yang baik. Kedua kepentingan ini lalu diakomodasi Sinar Tani. “Karena pelatihnya adalah orang yang bergumul di bidang Jurnalistik, dan secara nyata sudah menghasilkan ribuan tulisan, maka pelatihan ini menyatukan teori dan praktek. Sehingga pada akhir latihan setiap peserta sudah mempunyai “oleh-oleh” tulisan sendiri. Itulah modal pokok dan motivasi setiap peserta  membangkitkan kemauan  untuk mau menulis.

 

Para peserta dibekali terlebih dahulu dengan teori Jurnalistik tentang “berita” oleh Redaktur Senior Drs. Godlim Panggabean, MS, dilanjutkan teori Juranlistik tentang “artikel ilmiah popular” oleh Pemimpin Redaksi Ir. Ahmad Soim dan terakhir tentang teori Jurnalistik tentang Reportase/jelajah, Feature oleh Manager Pengembangan Usaha, oleh  Ir mukhlis.

 

Liputan Lapangan

 

Untuk melengkapi peserta untuk menerapkan teori Jurnalistiknya diadakan peliputan. Sebagai tempat peliputan dipilih Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) yang terletak di jalan raya Ciherang Segunung Cianjur, Jawa Barat. Untuk peliputan, Balihi telah menyiapkan narasumber yang dapat diwawancarai langsung oleh para peserta untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mereka adalah Dr. Rudi Suhendi, Kepala BALITHI yang menjelaskan tentang Profil Balai Penelitian Tanaman Hias antara lain tentang sejarah, kelembagaan dan Tupoksi. Selanjutnya peneliti Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto menjelaskan “Dukungan Inovasi dalam pengembangan Kawasan Agribisnis Florikultura “ Terahir adalah pemaparan peneliti Dr. Kurniawan Budiarto  tentang “Teknologi Litbang Florikultura dalam mendukung pengembangan kawasan Agribisnis Hortikultura”.

 

Narasumber ini tidak hanya dari peneliti dan perekayasan umum, namun juga ada pelaku usaha untuk diwawancarai. Peserta perlu dilatih mengadakan wawancara untuk memperoleh informasi yang lebih luas dan mendalam,  informasi yang  menarik dan penting serta unik dari narasumber

 

Diuji Menghasilkan Tulisan  

 

Malam harinya adalah puncak kemampuan para peserta untuk menuliskan apa yang didengar, menuliskan apa yang dilihat dan menuliskan apa yang diwawancarai. Ketika diberi batasan waktu, hanya 1 jam tiap macam bentuk tulisan, ada yang nyelutuk: ”koq, ketat amat”. Maka Ir. Muchlis, Manager Pengembangan Usaha Sinar tani sebagai  penanggungjawab pelatihan memberikan motivasi  bahwa bagi seorang penulis /”wartawan” harus siap bekerja di bawah tekanan. Karena dibatasi oleh deadline  Syukurlah walaupun “di bawah tekanan” semua bisa menghasilkan tulisan.

 

Menurut Rencana Tabloid Sinar Tani, Pelatihan Jurnalistik pertanian ini akan dilakukan secara terus-menerus, sehingga semakin banyak penulis di sector pertanian yang diharapkan menimbulkan partisipsi pada pembangunan pertanian. Angkatan ke-2 direncanakan diadakan pada tanggal 24-27 Agustus 2016 dengan peserta 30 orang dari BP4 K Tanah laut, Kalimantan Selatan.

 

Lalu selanjutnya ?

 

Tentu saja, pelatihan ini bukan sekedar pelatihan. Tetapi melalui pelatihan ini bisa menjadikan pesertanya hebat dan dahsyat. Tetapi harus disertai  dengan latihan dan proses menulis yang terus-menerus dan dilandasai sikap percaya diri dan tidak mudah menyerah. Pelatihan ini  bukan  sim salabim yang secara merta  menjadi penulis yang hebat dan dahsyat. 

 

Disegi lain pelatihan ini diharapkan memberikan peluang dan kesempatan kepada peserta yang ingin terjun sebagai penulis/”wartawan” atau sebagai penulis “lepas”.

 

Modal awal sudah dimiliki, maka perlu sepanjang masa waktu terus menulis, pasti akan terampil menulis. Kata pepatah, “alah bisa karena biasa” atau “terampil menulis karena biasa” laksana pisau atau pedang, semakin tajam kalau sering diasah. Gp

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066