• Search
  • Menu
Read Detail

Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan

12:39 WIB | Tuesday, 26-April-2016

Selain mencetak induk unggul dan benih unggul ikan air tawar, payau dan laut, Ditjen Perikanan Budidaya pada tahun 2016 juga mengembangkan kebun bibit rumput laut. Pembangunan kawasan kebun bibit rumput laut ini juga bertujuan untuk menjamin ketersediaan bibit rumput laut, agar selalu tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat. Ditjen Perikanan Budidaya untuk rumput laut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 76,6 milyar kepada 108  kabupaten/kota di 20 Propinsi, untuk pembangunan kawasan kebun bibit dan alokasi Rp. 13,4 Milyar untuk 8 (delapan) UPT Pusat yang dipergunakan untuk membangun  dan mengembangkan laboratorium rumput laut kultur jaringan.

 

Menurut Slamet Soebjakto, pada tahun 2016 akan dibangun laboratorium rumput laut kultur jaringan di delapan UPT pusat seperti di Situbondo, Jepara, Ambon, Batam dan Aceh. Tiga unit laboratorium rumput laut kultur jaringan pada tahun 2015 sudah dibangun di tiga UPT, yang berlokasi di BPBL Lombok, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar.

 

Slamet Soebjakto juga mengatakan, keberadaan bibit rumput laut bermutu menjadi salah satu sarana penting untuk meningkatkan produksi rumput laut di sejumlah kawasan. Seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup dikenal sebagai produsen rumput laut. NTB pun saat ini dikenal sebagai penghasil bibit rumput laut kultur jaringan.

 

Kualitas dan kuantitas produksi rumput laut akan selalu kita tingkatkan dan mendukung laut sebagai halaman depan kita, sebagai masa depan kita dan sebagai sumber devisa untuk menggerakkan perekonomian bangsa. Menurut Slamet banyak upaya yag bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas bibit rumpul laut, salah satunya dengan medorong pemerintah untuk mengembangkan budidaya rumput laut melalui pengembangan bibit kultur jaringan (Kuljar). Bibit rumput laut Kuljar, Slamet menjelaskan merupakan hasil kerjasama KKP dan SEAMEO Biotrop, yang akan terus dikembangkan karena memiliki keunggulan baik dari segi kandungan karaginan maupun pertumbuhan yang lebih cepat.

 

Dengan budidaya rumput laut yang mudah dan murah, kemudian mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita akan terus dorong untuk pengembangan budidaya rumput laut di wilayah-wilayah tersebut. Ini juga wujud dari kedaulatan bangsa melalui budidaya rumput laut”, papar Slamet. (adv)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066