• Search
  • Menu
Read Detail

Sistem Pemberdayaan Peternak Sapi Berbasis Internet

11:04 WIB | Monday, 14-March-2016

Kementerian Pertanian mengembangkan pemberdayaan peternak sapi melalui program Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang dimonitoring dan dievaluasi melalui sistem internet. Program ini dikembangkan untuk mendukung tercapai swasembada daging sapi pemerintahan Joko Widodo.

 

Pada tahun ini dikembangkan 50 SPR yang tersebar di 17 provinsi dan 40 kabupaten. Setiap SPR dipimpin oleh seorang manajer berpendidikan sarjana peternakan atau dokter hewan dengan fasilitasi dana miliaran rupiah per SPR untuk mengembangkan fasilitas budidaya dan pemasaran agribisnis peternakan modern.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pending Dadih Permana mengatakan bantuan dan fasilitasi dana untuk SPR berasal dari APBN Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

“BPPSDMP mendukung kegiatan SPR ini melalui rekayasa sosial dan pemberdayaan pengelola dan petani SPR dengan pendampingan penyuluhan berbasis internet,” kata Pending Dadih Permana saat menghadiri kegiatan Diklat Teknis Peternakan di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (6/3).

 

Diklat teknis peternakan ini dilakukan di lokasi kegiatan untuk para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan mendatangkan pelatih ahli yang dimiliki balai-balai diklat peternakan di lingkup BPPSDMP. Mereka dilatih aspek manajerial pengelolaan manajemen budidaya ternak sapi zero waste dengan teknologi modern dan aspek teknis teknologinya. “Selanjutnya para penyuluh ini akan melatih dan mendampingi para manajer SPR, Ketua Gugus Pemilik Ternak (GPT) dan peternaknya,” jelasnya.

 

Seluruh PPL yang dilibatkan untuk memberdayakan SPR datanya, termasuk telepon genggam dan alamat email, tersimpan dalam Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) berbasis internet yang dikelola oleh Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan. Demikian pula data SPR, manajer dan anggota peternaknya.

 

E-Blusukan

 

Kepala Pusat Penyuluhan, Fathan A Rasyid menambahkan dengan sistem penyuluhan pertanian (Simluhtan) yang berbasis internet, maka pejabat pusat di BPPSDMP maupun di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bisa melakukan e-blusukan. “Pagi-pagi kita bisa cek perkembangan SPR di daerah melalui HP para penyuluhnya atau pakai fasilitas video call,” tambah Fathan.

 

Dalam  kegiatan Diklat Teknis Peternakan di BP3K Cipunagara Subang diperlihatkan komunikasi video call berbasis internet antara Dirjen PKH Muladno dengan pengelola SPR di Banyuasin, Sumatera Selatan.

 

“Saya tidak menduga, BPPSDMP memberikan fasilitas pemberdayaan SPR yang berbasis teknologi informasi. Memberikan BP3K sebagai rumah bersama termasuk kantor bagi manajer SPR. Juga meberikan PPL terbaiknya. Semua ini tidak saya minta, tapi diberi, ini seperti saya dapat durian runtuh,” kata Muladno.

 

Muladno menjelaskan SPR ini akan dikembangkan menjadi perusahaan peternakan berbadan hukum milik rakyat dengan pengelolaan manajemen dan peralatan yang modern. “Kita harapkan mereka bisa bersaing dan lebih maju dibanding perusahaan penggemukan sapi yang ada saat ini,” tambahnya.

 

Para pengusaha idealis menurutnya Muladno bisa diajak bermitra oleh SPR. “SPR akan bisa bermitra dengan pengusaha, karena ke depan SPR akan jadi PT atau CV yang beromset miliaran rupiah. Di Banyuasin Sumsel, kantor SPR-nya mampu sewa dari hasil bisnis pupuk,” tambahnya.

 

Manajer SPR Cinagarabogo, Drh Farid mengatakan memiliki anggota 286 peternak dan jumlah sapi sebanyak 2000 ekor.”Masalah di sini adalah tingkat reproduksinya masih sangat rendah. Masalah ini akan kita pecahkan,” tambahnya. Som

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto