• Search
  • Menu
Read Detail

Insentif Bibit Gratis

16:44 WIB | Monday, 01-February-2016

Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang mengatur program peremajaan tanaman kelapa sawit milik petani akan terbit Januari 2016. Permentan tersebut menurut Dirjen Perkebunan Kementan, Gamal Nasir akan mengatur mekanisme dan teknis penyaluran bantuan kepada petani kelapa sawit yang akan ikut program peremajaan. Program ini menggunakan dana pungutan atas ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya yang dikelola BPDP-KS.

 

BPDP-KS mengungkapkan proposal yang masuk untuk replanting 4 ribu kebun kelapa sawit milik petani di Sumatera Selatan dan Riau. Rencananya peremajaan ini akan dimulai pada tahun 2016. BPDP-KS menyatakan dananya cukup untuk melakukan replanting kebun kelapa sawit petani dan meminta agar ada jaminan kredit dari perbankan.

 

Bibit sawit dapat menjadi faktor penentu keberhasilan peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani. Saat ini rata-rata produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani berkisar 15-16 ton tandan buah segar (TBS) per ha per tahun. Dengan menggunakan bibit sawit unggul baru, saat ini produktivitas perkebunan kelapa sawit bisa mencapai 40 ton TBS/ha/tahun.  Dengan produktivitas yang dua kali lipat itu, maka petani sawit akan lebih sejahtera. Karena itu, mutu bibit yang akan dipakai para petani kelapa sawit untuk meremajakan kebunnya harus menjadi perhatian super serius pemerintah.

 

Selain melibatkan BPDP-KS, pemerintah juga bisa memberikan insentif langsung kepada petani kelapa sawit yang mau meremajakan kebunnya, dengan cara memberikan bibit sawit unggul berproduktivitas tinggi secara gratis. Agar biaya bantuan bibit gratis ini tidak mahal dan atau mutu bibitnya terjamin, pemerintah bisa mengembangkan sistem perbibitan mandiri dengan membangun unit-unit pelayanan perkebunan (UPP) di kecamatan-kecamatan sentra perkebunan.   UPP ini ditugasi untuk menyediakan benih siap tanam berapa pun jumlahnya yang diminta petani setempat. Cara ini di era Orde Baru berhasil menumbuhkan sentra perkebunan kakao dan karet di berbagai wilayah Indonesia.

 

Pengembangan UPP untuk penyediaan bibit unggul berproduktivitas tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar ini juga bisa dikembangkan untuk komoditi hortikultura. Para petani yang memiliki lahan atau rakyat yang memiliki lahan dapat mengakses bibit unggul gratis yang disediakan pemerintah. Dengan cara ini, yakni menyediakan bibit unggul berproduktivitas tinggi ini, maka pemerintah bisa meningkatkan produksi komoditas apapun yang diperlukan bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi negara.

 

Agar upaya ini bisa berjalan maka anggaran untuk mendukung upaya ini perlu dibuat multi years (beberapa tahun), karena untuk mengembangkan bibit perkebunan dan hortikultura dari jenis tanaman tahunan, memang diperlukan waktu yang tidak cukup waktu bila anggarannya bersifat tahunan. Syarat lainnya, adalah pemerintah menyediakan tenaga penyuluh yang ahli dalam budidaya tanaman yang bibitnya disediakan gratis oleh pemerintah. Tentang biaya penyuluhnya bisa dibiayai oleh petani yang memakai jasanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066