• Search
  • Menu
Read Detail

Kiat Malik Sukses Bertanam Cabai

16:52 WIB | Tuesday, 19-January-2016

Abdul Malik, Ketua Kelompok Tani Massiddi Adae II, Desa Ammasangan, Kecamatan Lanrisang, bersama anggotanya sukses bertanam cabai. Tanaman cabai  bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.400 meter dpl.  Lalu bagaimana kiat Malik dan petani di kelompoknya sukses bertanam cabai.

 

  1. Secara sederhana budidaya yang dilakukan Malik menggunakan sistem mulsa. Demikian halnya dalam melaksanakan pembibitan, menggunakan perlakuan sangat sederhana, tapi memberikan hasil dan daya tumbuh yang tinggi. Bibit tersebut disemaikan pada polybag menggunakan tanah yang dicampur  dengan abu dan pupuk kompos.
  2. Cara persiapan lahan menggunakan pupuk organik padat dan cair. Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabai adalah tanah yang gembur dan memiliki porosotas yang baik.
  3. Selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter.
  4. Buat saluran drainase yang baik. Tanaman cabai merah tidak tahan terhadap genangan air. Budidaya cabai merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat keasaman tanah pH 6-7. Jika nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman cabai merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam biasanya mudah ditumbuhi ilalang.
  5. Untuk menetralisirnya bisa gunakan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau dolomit dilakukan saat pembajakan dan pembuatan bedengan. Selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.
  6. Lalu dibuat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar. Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran polybag pembibitan.
  7. Pemindahan bibit cabai dari area pembibitan dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari untuk menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari. Cara menanamnya adalah dengan membuka atau menyobek polybag semai.
  8. Kemudian masukkan bibit cabai beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Jaga agar media semai jangan sampai terpecah. Kemudian siram tanaman secukupnya untuk mempertahankan kelembaban.
  9. Penyiraman diperlukan pada saat musim kering. Caranya bisa dengan gembor atau dengan penggenangan. Hati-hati ketika melakukan penyiraman saat tanaman belum terlalu kuat. Penggenangan bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.
  10. Periksa tanaman pada satu sampai dua minggu pertama untuk melakukan penyulaman tanaman. Jika ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya abnormal segera cabut dan ganti dengan bibit yang baru.
  11. Budidaya cabai memerlukan pemasangan ajir (tongkat bambu) untuk menopang tanaman berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak minimal 4 cm dari pangkal batang. Pemasangan ajir sebaiknya pada hari ke-7 sejak bibit dipindahkan. Jika tanaman terlalu besar dikhawatirkan saat ajir ditancapkan akan melukai perakaran. Bila akar terluka tanaman akan mudah terserang penyakit. Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan setelah tanaman tumbuh tinggi atau berumur di atas satu bulan.
  12. Perempelan atau pemotongan tunas dilakukan setelah 3 minggu untuk budidaya cabai di dataran rendah dan 1 bulan untuk dataran tinggi. Potong tunas yang tumbuh pada ketiak daun dengan tangan yang bersih. Perempelan ini dilakukan sampai terbentuk cabang utama, ditandai dengan kemunculan bunga pertama atau kedua.
  13. Pemupukan susulan dilakukan setiap dua minggu sekali atau minimal 8 kali hingga panen terakhir. Pemupukan susulan dilakukan dengan pengocoran pupuk pada setiap lubang tanam. Pemupukan yang paling praktis adalah dengan menggunakan pupuk organik cair. Siramkan 100 ml larutan pupuk yang telah diencerkan pada setiap tanaman. Bisa juga ditambahkan NPK pada campuran tersebut. Penyiangan gulma dilakukan apabila diperlukan saja. Abdul Salam Atjo/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066