• Search
  • Menu
Read Detail

Titik-titik Kritis Teknologi Budidaya Padi Hazton

17:23 WIB | Tuesday, 12-January-2016

Ada delapan titik kritis yang menjadi penentu keberhasilan dalam budidaya padi Hazton. Anton Kamaruddin, salah satu perekayasa teknologi ini mengatakan dengan memperhatikan delapan titik kritis dalam budidaya padi Hazton maka hasilnya bisa tiga kali lipat atau bertambah dua kali dibanding sebelumnya.

 

Pertama, kunci awal di persemaian harus optimal. Lahan dipupuk dengan baik, jangan terlalu rapat. Satu kilogram gabah untuk 10-12 m2.

 

Kedua, persemaian dirawat dengan baik. Lakukan imunisasi padi di persemaian. Pemupukan dengan pupuk kandang sangat penting.

 

Ketiga, semai bibit tua. Cabut bibit berikut tanahnya setelah bibit berumur cukup tua yakni berumur 25-30 hari setelah semai (HSS). Bibit tidak dicabut satu-satu, tanah yang menempel pada akar bibit tidak boleh dibersihkan atau dicuci.

 

Keempat, tanam bibit dengan cara di-“ombol” (bergerombol). Satu ombol berisi 20-30 bibit padi.

 

Kelima, gunakan jarak tanam renggang 30x25–40 cm dengan sistem jajar legowo 4:1 atau 2:1.

 

Keenam, pemupukan lebih banyak di awal tanam. Pemupukan sejak awal 3-7 hari setelah tanam, tidak pakai urea setelah ada anakan.

 

Ketujuh, hindari terjadinya pemupukan N berlebih dan gunakan agen hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.

 

Kedelapan, waspada adanya serangan organisme pengganggu tanaman seperti blas/neck blas. Som

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066