• Search
  • Menu
Read Detail

Pemerintah Upayakan Stabilisasi Harga Daging Sapi

05:58 WIB | Wednesday, 17-April-2013

Jakarta - Pemerintah akan mengupayakan stabilisasi harga daging sapi dengan mempercepat pasokan dari feedloter (perusahaan penggemukan sapi) ke pasar. Pemerintah juga akan memantau rumah potong hewan (RPH) secara online

"Monitor setiap hari berapa ekor sapi lokal dan impor yang dipotong yang tersebar di 400 RPH. Jadi kami bisa lihat pasokan dan permintaan secara online," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi pangan di kantor Kementerian Perekonomian, Senin, 25 Februari 2013.

Hatta berharap pasokan di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, yang kebutuhan sapinya seperempat dari kebutuhan nasional, dapat lebih dipercepat. "Kami akan evaluasi bersamaan dengan pasokan dan permintaan, serta sensus sapi nasionalnya, sehingga ke depan ada data yang akurat," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono berharap rencana revitalisasi rumah pemotongan hewan di Indonesia segera dilakukan agar dapat menggantikan posisi RPH di Australia dan Selandia Baru. Menurut Suswono, hingga saat ini baru beberapa wilayah yang mempunyai RPH modern, seperti di Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Namun, wilayah NTB butuh tambahan infrastruktur.

"Kami harapkan ada RPH modern untuk menghasilkan daging beku yang dikirim ke Jakarta. Itulah yang bisa menggantikan daging beku impor," kata Suswono. 

Dia meminta agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara memberikan bantuan dengan memberikan insentif untuk pengiriman sapi. "Masalah sekarang cara mengangkutnya. Kalau bisa Garuda jadi pelopor supaya ada insentif untuk produk pertanian seperti Thailand Airlines," katanya.

Terkait dengan pemantuan pemotongan sapi di 400 RPH, Suswono mengatakan, selama ini pihaknya sudah mengawasi. "Namun terkadang di lapangan banyak RPH liar masyarakat dan kami sulit mendatanya. Tapi yang resmi tiap kabupaten ada. Ini akan dijadikan alat ukur untuk suplai harian dalam negeri," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA