• Search
  • Menu
Read Detail

Peluncuran 100 Taman Sains dan Teknologi

17:20 WIB | Wednesday, 13-May-2015

Pemerintah merealisasikan rencananya untuk mengembangkan sebanyak 100 taman sains dan teknologi (Science &Technology Park/STP) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak tujuh kementerian dan lembaga ditetapkan  sebagai penanggung jawab  STP, termasuk Kementerian Pertanian yang  mendapat tugas mengembangkan 22 unit STP.

 

Program pengembangan 100 STP secara resmi diluncurkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, belum lama ini (7/05)  di Convention Hall Bandung Techno Park, disaksikan  lebih dari 350 undangan. Tampak Hadir pada kesempatan itu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Natsir serta Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar.

 

Menurut Menteri Ristek dan Dikti, M. Natsir, program nasional pengembangan 100 STP memiliki banyak sasaran antara lain untuk meningkatkan kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Dalam pengelolaannya harus terjalin sinergi antara akademisi, pemerintah (pusat dan daerah) serta dunia usaha.

 

“Karenanya pada kesempatan peluncuran sekaligus  dilakukan penandatanganan MoU antara pengelola STP, pemerintah daerah dan perguruan tinggi di mana STP berada,” katanya. 

 

Sebagai penanggungjawab pengembangan  STP dalam hal ini ditunjuk tujuh kementerian dan lembaga terkait meliputi Kementerian Ristek & Dikti, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT). “Kesemuanya berada di bawah  koordinasi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,”  jelasnya.

 

Ia mengemukakan bahwa untuk tahun 2015 siap masuk dalam DIPA sebanyak 65 lokasi, sedangkan sisanya yang sebanyak 35 lokasi akan diisi pada tahun 2016 – 2017. “Jadi diharapkan pada 2017 pendirian 100 STP sudah rampung,” tuturnya.

 

Harus Mandiri

 

Terkait dengan pelaksanaan program pengembangan 22  STP yang dipercayakan kepada Kementerian Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan, Haryono,  menjawab wartawan mengemukakan bahwa mulai tahun 2015  institusinya telah berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP).

 

Pengembangan TSP dilakukan di lima lokasi kebun percobaan sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian. Sedangkan TTP akan dibangun di 16 kawasan di 16 kabupaten/kota sebagai wahana implementasi inovasi aplikatif spesifik lokasi dari hulu hingga hilir yang melibatkan stake holder terkait. Di samping itu, dikembangkan pula Taman Sains dan Teknologi Pertanian di kompleks penelitian pertanian Cimanggu Bogor yang berskala nasional.

 

Memperhatikan dukungan yang cukup besar dari pimpinan daerah bersangkutan, Haryono yakin pada tahun 2016 pengembangan 22 taman sains dan teknologi khusus di bidang pertanian seperti yang diamanatkan pemerintah dapat selesai dilaksanakan. “Kita di sini melakukan pembinaan hanya 1-2 tahun. Seterusnya diharapkan sudah dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat,” ujar Haryono yang  didampingi Koordinator pengembangan TSP dan TTP, Agung Hendriadi.

 

Untuk bisa mandiri, menurut Kabalitbangtan, setiap TTP harus bisa menghasilkan suatu produk  dan produk tersebut bisa   mendatangkan pendapatan untuk membiayai pengelolaan hariannya. “Contohnya kalau suatu TTP yang mengembangkan program KRPL bisa menghasilkan sayur mayur dan benih tanaman lalu sebagian hasilnya bisa dipasarkan berarti telah bisa mendapatkan pemasukan dana yang pada gilirannya membuat TTP bersangkutan  mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya. Ira  

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066