• Search
  • Menu
Read Detail

Copy Paste Negara Lain

12:31 WIB | Tuesday, 14-April-2015

Persoalan data produksi jagung kerap menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah mengatakan produksi jagung nasional mencapai 19 juta ton. Tapi di sisi lain, kalangan pengusaha, khususnya pakan ternak selalu mengeluhkan kekurangan bahan baku jagung. Bahkan tiap tahun, impor jagung mencapai 3-5 juta ton.

 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pakan Ternak Indonesia (GPMT), FX. Sudirman mengatakan, data produksi menjadi persoalan utama. Untuk mengatasi persoalan perbedaan pendapat soal data tersebut, kalangan pengusaha telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

 

“Bagi kami untuk mengatasi persoalan tersebut tidak sulit. Strategi yang banyak negara lain lakukan tinggal mencontoh. Indonesia tinggal mencontoh mana yang paling baik,” katanya saat Seminar Mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan Spirit Indonesia Incorporated di Jakarta, pekan lalu.

 

Guna mengatasi persoalan harga jagung, Sudirman meminta, pemerintah perlu memikirkan subsidi yang diberikan kepada petani tidak lagi pada input seperti subsidi benih dan pupuk, tapi outputnya yakni harga. “Dengan jaminan harga yang baik, petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi,” ujarnya.

 

Dengan subsidi pupuk dan benih yang mencapai Rp 32 triliun, Sudirman menilai, sangat besar. Bahkan bisa membangun dua pabrik pupuk lagi. Tapi sayangnya, di lapangan ternyata petani tetap sulit mendapatkan pupuk dan benih bersubsidi. “Bagaimana petani bisa meningkatkan produktivitas, kalau saat mulai tanam, benih bantuan tidak ada. Sedangkan saat sudah tanam,  tidak ada pupuk,” tuturnya.

 

Sementara itu, Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priyono mengakui, ada gap antara industri pakan ternak dengan produksi petani. Hal ini karena produksi jagung sifatnya musiman, sedangkan kebutuhan industri sepanjang tahun. “Karena itu perlu ada komitmen bersama, terutama kalangan industri untuk menyerap produksi petani,” katanya. Pemerintah lanjut Hari, berperan dalam menyambungkan produksi jagung dari petani dan permintaan dari industri. Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto