• Search
  • Menu
Read Detail

Pasokan Pangan Aman, Masyarakat Jangan Panik

13:37 WIB | Thursday, 11-July-2013

Tanpa terasa, minggu ini Umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan yang kemudian akan dilanjutkan perayaan Idul Fitri 1434 H pada 8-9 Agustus 2012. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki Puasa Ramadhan, masyarakat disuguhi kenaikan harga pangan pokok.

 

Gejolak harga tersebut kerap membuat masyarakat menjadi tidak tenang melaksanakan ibadah puasa. Begitu yang terjadi tahun ini, memasuki bulan Puasa masyarakat kembali dihadapkan pada lonjakan harga pangan pokok.

 

Beberapa pangan strategis yang sudah mulai merangkak naik menjelang Puasa (Minggu I Juli 2013)  yakni, bawang merah, cabai merah, minyak goreng, daging ayam dan telur ayam. Sementara itu, untuk beras, gula pasir dan daging sapi harganya relatif stabil.

 

“Masyarakat jangan kuatir, karena pasokan pangan berlebih. Masyarakat juga jangan panik, karena bisa menimbulkan gejolak harga yang lebih tinggi,” pesan Menteri Pertanian, Suswono saat jumpa pers Antisipasi Ketersediaan Pangan menjelang Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2013 di Jakarta, Kamis (4/7).

 

Suswono mengakui, secara umum, kenaikan harga pangan pokok menjelang Puasa karena beberapa hal. Pertama, dampak kenaikan harga BBM yang berpengaruh terhadap kenaikan biaya transportasi. Kedua, efek psikologis dari meningkatnya permintaan masyarakat karena pendapatan masyarakat yang bertambah pada saat Puasa dan Lebaran.  “Jadi kami himbau, masyarakat jangan panik. Beli secukupnya sesuai kebutuhan,” katanya.

 

Ketiga, lanjut Suswono, ekspektasi pedagang untuk mendapatkan keuntungan lebih pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional dengan menaikkan harga lebih tinggi dari harga pada bulan-bulan normal. Karena itu Suswono meminta, pedagang tidak memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sesaat yang tidak wajar dengan menaikkan harga yang terlalu tinggi.

 

Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (untuk berlangganan SMS ke : 081317575066).

 

Editor : Ika Rahayu