• Search
  • Menu
Read Detail

IPB-DEBNAS Cari Solusi Persoalan Bawang Merah

11:18 WIB | Monday, 17-June-2013

Krisis bawang merah yang terjadi awal tahun ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya pemerintah, pelaku usaha dan perguruan tinggi negeri akhir harus bercermin untuk memperbaiki kondisi bawang merah nasional.

 

Bahkan krisis bawang merah menjadi salahsatu titik tolak berbagai pihak untuk bersinergi dalam penguatan pengelolaan agribisnis bawang merah. Salahsatunya penandatanganan nota kesepahaman antara Dewan Bawang Merah Nasional (DEBNAS) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), beberapa waktu lalu di Kampus IPB Bogor. 

Kerjasama tersebut untuk pengembangan komoditas bawang merah dari hulu hingga hilir melalui kemitraan kerja. Pada tahap pertama, fokus yang akan digarap adalah pengembangan bibit bawang merah, penanganan pasca panen dan pengembangan sistem logistik bawang merah.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengharapkan, kerjasama ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah yang nyata. Meliputi penyediaan bibit unggul, sistem kelola yang baik, penanganan pasca panen dan kebijakan (policy) pemerintah yang mendukung. “Soal bawang merah menjadi sesuatu hal yang penting. Apalagi beberapa waktu yang lalu Indonesia diterpa problem mahalnya harga bawang merah di pasaran. Hal ini betul-betul menyadarkan kita, supaya tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi di waktu yang akan datang,” tutur Herry.

Sementara itu, Ketua Dewan Bawang Merah Nasional, Sunarto Atmo Taryono berharap, IPB sebagai perguruan tinggi pertanian terbesar di Indonesia dapat merumuskan teknologi ataupun pemikiran-pemikirannya yang dapat membantu pengembangan agribisnis bawang merah. “Kami harapkan kerjasama ini bisa membantu mengatasi persoalan bawang merah di dalam negeri,” ujarnya.

 

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066).

 

 

 

Editor : Ahmad Soim